Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Februari 2017
Pangeran Utsmani dan Takdir Kematian (bag. 1)
Tak diragukan lagi, fratrisida
(pembunuhan saudara) merupakan salah satu bahasan paling kontroversial dalam
sejarah Utsmani[1].
Disampaikan dalam hukum pemerintahan Sultan Mehmed Fatih[2][2]
tentang berhaknya memberikan hukuman mati kepada anggota dinasti laki-laki untuk menjaga masa peralihan kepemimpinan.
Terdapat perbedaan dalam pelaksanaan hukuman mati ini sepanjang sejarah
kekaisaran, dengan sebagian besarnya dipandang sebagai tindakan yang sah,
tetapi sebagian pelaksanaan hukuman mati, utamanya untuk mencegah kemungkinan
pemberontakan, dikritik sebagai tindakan yang tidak dibenarkan.
Adat “kerajaan menjadi
kepemilikan bersama dinasti” menjadi salah satu ciri politik bangsa Turki kuno[3],
dan terus berlanjut sampai mereka memeluk Islam. Sebagian pemimpin bangsa Turki
memilih untuk membagi negara mereka menjadi beberapa wilayah dan memberikannya
kepada para pangeran untuk menghindari perang saudara. Namun pelaksanaan ini
memperlemah negara dan menggiring pada kejatuhannya. Syukurlah, Utsmani belajar
dari pengalaman ini. Mereka mengorbankan diri mereka untuk negara dan rakyatnya
dan meminum racun pahit itu untuk diri mereka sendiri. Racun pahit itu adalah
menghukum mati sesama anggota dinasti untuk kemaslahatan masyarakat, yang
dikenal dengan fratrisida.
Senin, 06 April 2015
Seputar April Mop
Dalam kebudayaan barat, tiap
tanggal 1 April seolah merupakan “pelegalan” untuk berbohong atau
mengerjai keluarga atau kawan mereka dengan lelucon atau aksi jahat, tanpa
perlu merasa bersalah.
Kegiatan usil tersebut kian berkembang sehingga menjadi
tren tiap awal April, membuat orang-orang jenaka menjadi lebih kreatif untuk
meyiapkan lelucon menarik dan unik untuk mengusili kerabat mereka.
Namun
tahukah Anda? Munculnya istilah April Fools'
day atau April Mop ternyata
diprakarsai oleh seorang Raja Inggris, King George III.
Hari
ini di tahun 1789, King George III melakukan suatu aksi historis yang ternyata
hanyalah sebuah lelucon: Ia berpura-pura mengundurkan diri dari jabatannya
sebagai Raja Inggris.
Mendengar
kabar itu, segenap warga Inggris turun ke jalan, larut dalam euforia suka cita
dan kebebasan setelah turunnya Raja, namun setelahnya mereka langsung
dijebloskan ke penjara. Sejarah April Fools yang
sangat mengesankan hingga kini.
Peristiwa
lain yang dianggap sebagai asal mula April Fools'
day adalah saat Paus Gregory XIII menetapkan keputusan untuk
merubah waktu tahun baru pada penanggalan “kalender Gregorian” dari 1 April
menjadi 1 Januari. Keputusan itu tidak disampaikan dan diterima oleh semua
rakyat, sehingga sekolompok orang masih tetap merayakan tahun baru pada tanggal
1 April. Mereka yang masih merayakan tahun baru pada tanggal 1 April dianggap
sebagai orang dungu sehingga muncul istilah “April Fools.”
Sumber: National Geographic












